Arsip dari penulis : ekysantiago

02
Apr
09

PROPOSAL IBLIS DAN KEMURAH HATIAN ALLAH

Di saat-saat tersulit, Allah sumber kekuatan terbaik

Berdasarkan pada buku renungan Saat Teduh, tanggal 2 April 2009, pembacaan Alkitab menuntun saya pada kisah Ayub di Kitab Ayub 2:1-10. Kisah ayub menjadi begitu luar biasa,karena ini menunjukkan bagaimana sebenarnya Allah memberikan kesempatan bagi kita untuk dihantam oleh pencobaan. Bahkan Ia mngijinkan Iblis untuk menggoda kita.
Pada kenyataannya, melalui penyelamatan Yesus Kristus, Iblis tidak akan sanggup mengambil kita dari pelukan Bapa, akan tetapi berbagai godaan yang diperlihatkan kepada kita sering membuat kita menoleh, lupa siapa yang sedang kita peluk dan terpukau oleh godaan itu. Di lain kasus, terkadang Tuhan sendiri ingin mengajar kita, bagaimanya caranya nebgandalkan kekuatannya untuk mengalahkan Iblis. Allah melepaskan kita dari pelukan, membawa kita melihat-lihat godaan itu, dan menggunakan anugrah kebebasan memilih yang diberikaNya pada kita. Apa yang nantinya akan menjadi pilihan kita,kembeli ke pelukanNya, atau malah jatuh semakin jauh mengikuti godaan dan tidak pernah kembali, padahal Ia begitu mengasihi dan menyayangi kita.
Kisah pasal 2 kitab Ayub, dibuka dengan Iblis yang mucul bersama dengan anak-anak Allah (ay.1). Kemudian Tuhan bertanya, “ Dari mana engkau?”
Iblis menjawab, “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajahi bumi.”(ay.2)
Allah kemudian bertanya pada Iblis, apakah Iblis melihat Ayub, hambaNya yang saleh. Allah sangat gembira dengan kesalehan Ayub, dan ia tidak mau terbujuk permintaan Iblis yang tanpa alasan untuk melepaskan Ayub agar celaka.
Iblis ternyata memiliki alasan yang akhirnya dipenuhi Allah, yaitu bagaimana sikap Ayub apabila ia celaka, apakah Ayub akan mengutuk Tuhan? (Kata Iblis),” Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapanMu.” (ay 5)
Di sinilah tampak, bahwa terkadang Allah punya rencana bagi kita. Setelah mendapatkan begitu baya berkat bersama-sama dengan Dia, ada saat Allah mau melepaskan kita dari pelukanNya, untuk melihat dan merasakan permainan Iblis. Apakah kita akan mengutuk atu tetap setia kepadaNya. Akan tetapi Allah tetapi, Allah selalu mengasihi kita. “Ia (Ayub) dalam kuasamu (Iblis); hanya sayangkan nyawanya ”(ay. 6). Ya, Allah tidak memperbolehkan Iblis mengambil nyawa Ayub. Karea Ialah yang memiliki hak atas kehidupan kita.
Iblis kemudian mendatangkan cobaan dan penyakit yang luar biasa, yang bukan hanya mematikan secara jasmani, tapi juga mental dan harga diri. Ayub bahkan menggunakan beling untuk menggaruk luka-lukanya (Ay.8). Bayangkan bagaimana bisul digaruk dengan beling yan tidak steril. Bukannya sembuh, malah penyakit yang dialaminya semakin memburuk. Kesakitan jasmani, disusul dengan kesakitan mental dan jatuhnya harga diri Ayub. Istrinya berkata,”Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu ? Kutukilah Allahmu dan matilah !”(Ay.9). Jelas Istrinya semakin frustasi dan malu, Ia bahkan mengajak Ayub meninggalkan Tuhan karena penderitaan mereka.
Walaupun jasmani, mental, dan harga diri Ayub dijatuhkan sedemikian hebat, sedemikian hebat pula Imannya pada Allah. Ayub tidak mau mati rohani. Ia tetap percaya, Tuhan yang memberikan kesempatan untuk menghadapi semua bencana itu.
“Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Kata Ayub kepada Istrinya (Ay.10). Bahkan di dalam bencana, tidak ada dosa yang keluar dari bibirnya, apalagi kutuka terhadap Tuhan.
Sungguh, satu penyerahan diri yang luar biasa. Suatu keyakinan yang merupakan gabungan antara iman dan pikiran hasil pengalaman Ayub bergaul dengan Allah. Tidak sedikitpun hatinya mau berlari dari pada Allah. Kalaupun Ayub kemudian (di bagian selanjutnya di kitab Ayub) mengeluh kepada Allah, penghormatan tetap Ia tunjukkan, karena kepercayaannnya pada Allah.
Di akhir kisah Ayub, setelah mengalami kejatuhan yang luar biasa, Allah yakin bahwa Ayub tetap saleh. Ia kemudian menyuruh Iblis menghentikan permainannya, dan kembali mamanggil Ayub ke dalam pelukanNya, yang sangat di rindukan Ayub.

Kisah Ayub ini, merupakan satu kesaksian, fakta, bahwa penyertaan Tuhan dan kasihNya pada kita tidak dapat direbut oleh siapa pun. Mungkin, saat ini kita (saya) ada dalam kehidupan yang nyaman saat ini. Tapi bagaimana kalau tuhan memberikan cobaan dalam kehidupan ini? Apakah anugrah kebebasan memilih yang Tuhan berikan akan kita pakai untuk memilih mengutuk dan meninggalkan Dia? Saya (kita) yakin, dan harus yakin, bahwa kasih Tuhan selalu sama dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya. Dulu Ia mengasihi Ayub, Dia mengasihi kita di masa lalu kita, dan sekarang, Dia tetap mengasihi kita. Di masa mendatang? Ya..Allah telah berjanji, dan apapun yang terjadi, jika kita fokus pada Allah, Ia akan menepati janjiNya.

Tetapi kawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karuia-Ku bagimu, sebab, justru dalam kelemahankah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12 : 9)

Tuhan Memberkati

08
Jun
08

Akibat kurangnya buku-buku Geografi di Indonesia

Isi tulisan ini saya ambil dari forum “eks_KMK_Ge_UGM@yahoogroups.com”. Topik awalnya dimulai dari situs tentang geografi seperti rsgisforum.com atau geografiana.co.id yang menghilang karena kurangnya pengunjung situs tersebut. Akhirnya muncul beberapa perdebatan yang menarik yang menambah wawasan kita sebagai geografer . Satu yang menarik saya tampilkan beserta tanggapan saya di milis tersebut. Semoga rekan2 pembaca dapat lebih terpacu dan tertantang untuk mengembangkan keilmuan geografi di negara ini.

From:

Add sender to Contacts

To:
eks_KMK_Ge_UGM@yahoogroups.com

Bulan lalu saya sempat bertemu Prof. Rutherford Platt dari Department of Geography University of Massachusetts (UMass). Dia ini salah satu ahli Geografi yang sangat terkenal di US, sering dimintai pendapatnya oleh CNN dan New York Times. Sewaktu kuliah dulu di UGM aku pernah membaca bukunya di Perpus Pasca Sarjana, judulnya: Disasters and Democracy: The Politics of Extreme Natural Events. Waktu peluncuran buku terbarunya, The Humane Metropolis: People and Nature in the 21st Century City, aku datang untuk mengetahui isi kepalanya dan bagaimana dia menggunakan pendekatan geography dalam memahami Humane Metropolis.

Sebagai seorang sarjana Geografi, aku tentu ingin mengetahui mengapa Geography di US begitu maju, sekalipun studi-ku saat ini lebih fokus ke Political-Economy of Natural Resources Policy. Dalam komunikasi pribadi dengan Prof. Platt, ada 2 alasan yang dikemukakan olehnya. Pertama, Politik Keberpihakan negara pada Ilmu Geografi di US sangat tinggi. Tidak heran ketika mantan Presiden Clinton dilantik untuk kedua kalinya, dalam pidato pelantikannya dia mengatakan bahwa untuk (tetap) menguasai dunia Amerika harus (tetap) menguasai 4 ilmu dasar, yaitu Matematika, Kimia, Fisika dan Geografi. Kongkritnya, Politik Anggaran negara sangat besar untuk kajian-kajian geografi dan pengembangan jurusan geografi di kampus-kampus. Di kampus-kampus tidak ada perdebatan apakah Geografi harus masuk fakultas ilmu sosial atau ilmu eksakta, itu perdebatan tahun 60-an di US. Kebetulan di UMass masuk Faculty of Geoscience.

Kedua, menurut Prof. Plat, untuk memahami fenomena geografi tidak cukup dengan latar belakang geografi murni, diperlukan multi disiplin. Dia sendiri berlatar belakang S-1 Ilmu Politik, S-2 Hukum. dan S-3 Geografi dari Univ of Yale dan Chicago. Di US dia terkenal sebagai ahli Land and Water Resources Policy. Kemudian, dia menjelaskan bahwa komposisi dosen/peneliti di Departement of Geography UMass, tidak semua berlatar belakang Phd in Geography, ada yang Phd in Economy dengan mengampu mata kuliah Economic Geography, ada yang Phd in Political Science tapi mengajar Political Geography/Geo- Politic, ada yang Phd in Anthropology tapi ngajar Cultural Geograpaphy, ada yang Phd in Computer Science dengan mengajar Remote Sensing/GIS, ada yang Phd in Sociology dengan keahlian khusus Indigenous People dan Isu-isu Hutan/Politik Global Warming. Hebatnya lagi mereka semua menulis buku/membuat penelitian dengan pendekatan Paradigma Geografi. Jadi seorang Phd yang bukan Geografi juga mampu menulis buku dengan paradigma geografi. Pendekatan spatial, ecological dan kompleks wilayah itu (seperti yang diajarkan oleh Prof Bintarto dulu), ternyata bukan hanya domain ilmu geografi saja. Jadi apa donk domain ilmu geografi?

Satu hal lagi yang dikatakan oleh Prof. Platt, hampir seluruh dosen di Depart of Geo UMass telah menulis buku dalam rangka mengibarkan panji-panji geografi di US, sehingga mereka tidak hanya jago kandang. Ini yang mungkin jadi persoalan di Geografi UGM kita. Hanya segelintir dosen yang nulis buku Tidak aneh ketika bicara Hidrologi rujukannya selalu Teknik Sipil, ketika bicara Geomorfologi rujukannya selalu Teknik Geologi, dsb.

Yang ingin aku katakan adalah, ketidakpercayaan diri sebagian mahasiswa geografi (termasuk kita-kita dulu) adalah hal yang wajar. Disamping faktor persoalan politik keberpihakan negara, juga faktor pengibar panji-panji geografi.  Tidak percaya diri bukanlah sebuah dosa, hehehe… Iya ngak Yudho?

Salam,
Frans’90

———————————————–

From:

Add sender to Contacts

To:
eks_KMK_Ge_UGM@yahoogroups.com

Wah koyone TOPIK KITA akhir-akhir ini menghangat.. semoga saya yang sebagai mahasiswa bisa mengikuti.

Menarik komentar Bang Frans Siahaan, kalau memang banyak ilmu yang juga menggunakan pendekatan spasial, ekologikal, dan kompleks wilayah, berarti domain geografi apa donk?

Tapi, mungkin saja walaupun para penulis tersebut bukan PhD di bidang geografi, tapi pendidikan awalnya atau master mungkin saja di geografi. Soalnya dulu saya juga sempat mengoleksi download-an CV profesor atau PhD di fakultas Geografi di USA. Dalam CV2 tersebut, salah satu atau semua jenjang pendidikan dari S1, S2, S3 ada yang diambil di bidang geografi, jadi apa yang selama ini diklaim sebagai obyek formal geografi (3 pendekatan) diperoleh karena belajar telah ilmu geografi .

Satu hal yang saya bisa saya iyakan adalah minimnya kontribusi dosen-dosen di fakultas saat ini dalam menuliskan buku-buku yang bisa dinikmati kalangan umum dalam tema geografi. Ya, memang tulisan dalam bentuk jurnal ilmiah sudah sangat banyak, tapi itu hanya bisa dinikmati oleh masyarakat penggemar atau kalangan akademik khususnya geografi. Sehingga pandangan tentang geografi yang hanya What and Where seperti di kuis2 televisi, tidak (belum) bisa dikembangkan menjadi How, Why, atau Wh questions lainnya.

Termasuk aplikasi dan sintesis dari berbagai ilmu yang dipelajari di geografi yang masih sebatas lisan diberikan dalam bentuk materi dan motivasi-motivasi seperti, “nanti ini bisa diaplikasikan untuk itu,itu,itu, dan digunakan untuk pekerjaan anu, dsb,”. Miris juga mengingat ilmu geografi sangat penting (contohe di US) tapi belum banyak informasi yang bisa mentransfer pentingnya ilmu itu kepada khalayak umum.

Penggunaan buku-buku ilmu yang merupakan dasar-dasar bagi ilmu geografi seperti hidrologi, geomorfologi, buku-buku lingkungan, ataupun sosial, budaya dan politik belum bisa menunjukkan aplikasi ilmu tersebut pada 3 pendekatan geografi dan untuk sebagian besar mahasiswa masih ‘belum pede’ karena apa yang dipelajari bisa dibilang bertampalan dengan ilmu lainnya, seperti yang disebutkan Bang Frans (Bahkan setahu saya buku Dasar-Dasar Hidrologi yang ditulis Ersin Seyhan, yang jadi buku wajib di Geografi, menuliskan aplikasi hidrologi untuk kehutanan).

Kalo mau mengusulkan satu judul buku mungkin berjudul “Aplikasi Geografi Dalam Permasalahan Lingkungan”. Buku itu juga menuliskan peranan ilmu geografi yang tidak dapat dilakukan oleh disiplin lain (wah idealis sekali) …..wah bisa dibayangkan dengan banyaknya disiplin ilmu yang menjadi dasar geografi, fisik dan manusia, jumlah halamannya bisa Sak Ho Haaa…Tapi sapa tau bisa jadi buku best seller menandingi Jakarta Undercover, Jogja Undercover, Jejak anu, ato buku-buku laris lainnya..hehehe. ..

Saya mungkin merasa bersalah juga dengan ilmu yang sedang saya tekuni ini, karena bergelut dengan bumi dan isinya..hehehe. .tapi saya akui banyak sekali kekurangan dan kebingungan saya dalam berproses di ilmu geografi. Tapi tengkyu buat forum milis yang mengangkat TOPIK KITA ini. Semakin banyak partisipan aktif akan semakin banyak membuka wawasan, ato dari forum ini bakalan muncul buku tentang aplikasi geografi? Siapa tahu…

GBU

Eky Santiago
Yang sedang belajar jadi geografer… pusing euy..

TUHAN MEMBERKATI

03
Jun
08

Alumni KMK Geografi yang leluhur

Buat teman2 KMK Geografi yang saat ini masih aktif di kampus, ini saya cantumkan daftar alumni kita yang bisa dikatakan leluhur. Saya dapat dari milis eks_KMK_Ge_UGM@ yahoogroups. com.

Setelah melihat daftar-daftar alumni, ternyata sekarang sudah tersebar di berbagai tempat, bekerja di berbagai bidang, yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi kita semua. Dari informasi yang saya dapat, ternyata mereka saat jadi mahasiswa juga care dengan kegiatan KMK. Saat saya informasikan tentang kegiatan yang dilakukan anggota KMK saat ini,rekan2 alumni sangat exited mendengarnya.

Satu hal yang sebenarnya saya rindukan adalah kenyataan dulu (katanya ini), ada masa saat di kampus geografi  masih pake sistem ranking, hanya 1 atau 2 orang yang non anggota KMK yang nangkring di 10 besar. Jadi sebenarnya begitu besar anugrah yang Tuhan berikan bagi anak2Nya, untuk berkarya dan berprestasi.  Semoga daftar dan sedikit cerita yang saya tampilkan di bawah ini dapat menjadi inspirasi bagi teman2 KMK yang masih aktif di kampus saat ini.

—– Original Message —-
From: anangyb <anangyb@gmail. com>
To: eks_KMK_Ge_UGM@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, May 28, 2008 3:57:14 PM
Subject: [eks KMK Ge UGM] Re: Welkam tu Jogja, Pak Be

Reuni?
wah telat, dik Pendi.. eh, dik Eky!

Paskah kemaren aku barusan pulang, kesripahan ibuku di bantul.
Eh, milis kmk hasil kloningan brp sih anggotane? kalau cuma belasan
orang yo coba moderatore dibujukin biar gabung jadi satu…

Yuk coba ngumpulke balung pisah:

ini daftar alumni yg masih ada diingatanku:

1. Yusatma alias atmo: kerja di geosys (moga2 blm dipecat) angk. 90
2. Eko dahat kuncoro: freelance, kontraktor dan menyewakan alat berat,
tinggal di Bantul angk. 90
3. bayu Widagdo: boss koran (saiangne bojoku) angk. 90
5. Sayudianto: PT. Transavia Jkt, tetanggaku, angk 86 (?)
6. Yuli Nugroho: freelance, angk 93 (?) tinggal di tangerang
7. Mbak Wiwid: Dosen geografi UGM
8. Yustinus Kris, masih di transavia juga (?)
9. Ari Waspodo: PT. Sarbi Bogor angk 86
10. Gatot Prihandono: angk. 85, udah lama banget nggak kontak, mungkin
tersangkut demo PRD (hehehe…)
11. Yudho (ra sah dijelaske!!)
12. Eka Sitepu: angkatan 93 (?) tetanggaku, tapi sekarang kerja di medan
13. Kristanto, Rustiono, Susi, Anung –> litbang Kompas Jkt (jipi kmk
bukan?)
14. Titi (?) barusan resign dari EDPMedia, agen Quickbird, skr entah
dimana –> angkatan muda kmk
15. Mas Jabrik: LIPI jkt
16. Mbak dewi: dosen Geografi UI, (angk. 88)
17. Manahan K. Sihotang: temenku mroyek, S2 lulusan remote sensing
jepang. Skr lagi jomblo.
18. Yustinus Hendra: bappeda di salah satu Kab. di kalsel (angk. 89)
19. ndondit alias Elizabeth purastuti: WWF Jakarta (angk. 89)
20. Mbak Aik: gramedia percetakan (angkatan sepuh)
21. Pak Proyo: Dosen geografi, isunya sekarang jadi Mualaf (krn
jarang posting di milis ini..)

terusin lah…

anangyb
www.jejakgeografer. com

__________________________________________________________________

To: eks_KMK_Ge_UGM@ yahoogroups. com
From: yudho_ind@yahoo. com
Date: Wed, 28 May 2008 03:19:16 -0700
Subject: Re: [eks KMK Ge UGM] Re: Welkam tu Jogja, Pak Be

22. Frans Siahaan, angk 90 -  kuliah lagi di Boston, Mass. (krn gak percaya geografi kita bisa bikin pinter)
23. Frans Silitonga (92), prgamer database di 247 corp. Jakarta <– salah satu moderator mailist ini
24. Axel Tupamahu (92), pengedar obat2an yg tidak dilarang, Jogja
25. Riana Pramudiwati (92), PNS Sleman (abdi negara)
26. Modesta D (92) — belilah KONTAN dengan kontan..
27. Josep Prihanto (93) Bakosurtanal (makelar peta paling top sak indonesia)
28. Hendro Nugroho (92) — Dosen/Mhs S3 di Calgary Univ. Canada (lg pingin mudik ke sragen, di canada klo njemur pakaian susah kering katanya…)
29. Maya (92) — ahli matematika itung cepat (kata murid2nya lho…)

ps. sssttt jangan keras2… Jipi Kompas (94) kui bukan KMK, mungkin dia lagi menyamar….
ps lagi. wexxxx… penjelasan Bung Anang masih kurang, masa nama YUDHO (no.11) ra sah dijelaske… .

Yudho Indardjo
GIS Officer
IFRC-Yogyakarta Sub Delegation
Yogyakarta

_________________________________________________________________

From: Soedijo Winardi <winardi@hotmail. com>
Subject: RE: [eks KMK Ge UGM] Re: Welkam tu Jogja, Pak Be
To: eks_kmk_ge_ugm@ yahoogroups. com
Date: Friday, May 30, 2008, 2:04 AM

Nyambung daftar-e Yudho dan Anang, tapi koreksi dulu buat Anang. Sayudianto itu angk’87. Sdgkan Ari Waspodo angk’88.

30. Bojoku KPP Bekasi
31. Rudi Bothak ‘86 punya PT sendiri
32. Wiwik Windul’86 JKT jualan AMEX
33. Kuncoro Kuncung’86 di CIS Jkt
34. Purno’86 PLN Balikpapan
35. Evi’91 di Jkt juga
36. Wegi Gembrik’87 ELMIX
37. Sampe Gultom’88 sptnya msh di pertamina
38. Bayu LI BIL’90 resmi jadi peg di Pertamina
39. Ari Dartoyo’85 (bojone Dewi) di Bakos
40. Armunanto’83 di Sumsel Kehutanan
41. Heru Widodo’84 BPPT
42. Joko Suryanto’84 di Bakos
43. Danar’84 di Danamon
44. Titin’86 di Kanto Pajak Sleman
45. Okta’86 Darmala Sakti Jkt
46. Cahyo’84 salah satu Bank di Jkt
47. Titis’83 di Idola Tunggal –> suaminya di BPPT
48. Yudi Brintik’87 pabrik kondom Surabaya
49. Kristian Gondez’87 perwira AU di Halim PK
50. Nova Sirait’83 di Bappeda Pontianak

Ntar klo ada yg ingat lagi, ditambah.
Kapan mau reuni-nya??? ????????? ?

Oh ya, Yosef itu panggilannya siapa ya. Aku kok lupa. Pdhal jelek banget panggilannya.
Anang, milis kita yg IGIA dulu sudah mati dan jadi KMK ini ya???? Ato gimana, aku kok lupa.

Salam,

_________________________________________

Frans,

Spt kata Anang, Sihotang lagi jomblo. Bininya S2 di Jepun. Sptnya program yang masuk bulan April ini.

Ada tambahan data:

51. Harjatmo Sasongko’87 di Geosys sama dengan Yusatmo
52. Ratna’86 dan Bambang Balung’84 (bini-laki) di Bappeda Semarang
53. Ito’90 di Yk ya??????????

Kapan kau selesai Frans??????

Salam,…

_____________________________

Masih banyak lagi alumni-alumni kita yang tersebar di Indonesai dan sampai ke ujung bumi. Semoga menjadi inspirasi dan sumber semangat bagi teman2 semua.

Untuk teman2 yang saat ini masih aktif di kampus, marilah kita tumbuhkan rasa care dan prihatin kita terhadap KMK, dan mahasiswa Kristiani pada umumnya. Karena kita sebagai utusan Allah di kampus, pasti memiliki karunia untuk melakukan yang terbaik. Banyak tantangan dan halangan untuk membuat kita peduli dengan KMK , (pastiii…kuliah dan praktikum to?) tapi jalani dengan sukacita, jangan jalani sendiri, jalani bersama Allah, dan teman2 yang telah tersedia bagi kalian semua (termasuk saya loh).

Buat pengurus KMK, tetap semangat, jangan kendor Roh dan semangatmu di KMK Geografi. Lihat kondisi dan tuntutan yang ada, buatlah Injil bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan kabar sukacita (memang itu sebenarnya) yang selalu membuat kita haus dan ingin membagikannya ke orang lain melalui kehidupan kita. Buat rekan2 yang bukan pengurus, tetap bina kekompakan, kasih masukan buat pengurus, karena itu yang paling penting buat KMK dan kalian juga.

Ingat, KMK bukanlah beban, tapi kesempatan yang Tuhan berikan bagi kita untuk berkarya dan belajar banyak hal yang tidak kita dapatkan di dunia pendidikan formal di bangku kuliah. Banyak alumni kita pastinya tidak hanya belajar di pendidikan formal, tapi juga di dinamika informal termasuk di KMK ini.

Tuhan Memberkati

Eky Santiago.

30
Mei
08

Badak Jawa Kenali Cahaya Inframerah?

diambil dari situs http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/30/20572880/badak.jawa.kenali.cahaya.inframerah.

Jumat, 30 Mei 2008 | 20:57 WIB

JAKARTA, JUMAT – Para aktivis organisasi lingkungan World Wildlife Fund (WWF) terkesima saat melihat rekaman seekor badak Jawa yang menyeruduk kamera video trap yang mereka pasang. Bagaimana tidak sebab tak ada lampu di sekitarnya dan kamera merekam aktivitas badak menggunakan cahaya inframerah.

Pada salah satu rekaman yang diambil antara Maret-April 2008 itu, terlihat dua ekor badak di Taman Nasional Ujung Kulon, masing-masing seekor induk dan anaknya. Saat terakam keduanya tampak diam beberapa detik. Kemudian, induk badak mendekat ke arah kamera dan dalam waktu singkat langsuhg menyeruduknya.

Kamera pun mati dan rekaman berakhir. Beruntung, kamera yang dilindungi bungkus berbahan plastik tebal tahan air tersebut tidak rusak dan hanya lecet. Saat para aktivias menemukannya beberapa hari kemudian, kamera tersebut tergeletak di atas tanah.

“Mungkin karena jaraknya sangat dekat sehingga badak dapat melihat cahaya inframerah,” ujar Adhi Rachmat Hariyadi, Site Manager WWF Indonesia di TN Ujung Kulon saat mengumumkan hasil rekaman video trap pertama kehidupan badak Jawa. Namun, sampai saat ini belum dapat dipastikan mengapa induk badak tersebut seperti tahu kalau sedang direkam.

Sebab, badak-badak lain yang juga terekam pada jarak yang relatif sama tidak tampak terganggu dengan kamera tersebut. Adhi mengatakan badak yang tengah menyusui anaknya mungkin lebih peka sehingga dapat mengenali gelombang cahaya inframerah.

Untuk memastikan hal tersebut membutuhkan penelitian-penelitian lebih lanjut. Badak Jawa termasuk hewan yang masih belum banyak diteliti. Hewan tersebut pemalu dan soliter sehingga bahkan sulit untuk ditemui langsung.

Mulai tahun ini WWF dan Taman Nasional Ujung Kulon akan fokus mempelajari lebih dalam perilaku badak Jawa, seperti saat berkubang, makan, ngasin atau mendatangi laut, dan perilaku seksualnya. Untuk itu, 4 kamera video trap akan dipasang di lokasi yang sering dikunjungi badak. Ke depan pengamatan juga akan dilakukan melalui rumah pohon dan perahu.

Menurut Profesor Hadi Alikodra, Deputi Direktur Program Spesies WWF, penelitian ilmiah untuk mengungkap peran badak Jawa terhadap manusia merupakan kunci pelestarian hewan langka tersebut. Selain manfaat ilmiah, badak Jawa juga potensial sebagai objek ekowisata khas Indonesia yang hasilnya dapat dirasakan langsung masyarakat di sekitar taman nasional.

Ujung Kulon merupakan benteng terakhir badak Jawa karena 90 persen populasi dunia ada di sana. Diperkirakan ada 50 hingga 60 ekor badak Jawa di TN Ujung Kulon dan hanya beberapa di Vietnam.
WAH

30
Mei
08

Milis Yang Mulai Ribut Lagi

Mailing list saat ini telah jadi bagian komunikasi dua arah bagi para pengguna dunia maya. Walaupun dengan konsekuensi harus menunggu dan tidak seperti forum chatting, forum milis jadi ajang bertukar pikiran dengan anggota-anggotanya yang terdaftar.

Salah satu mailing lis yang saya ikuti dan ramai saat ini yaitu eks_kmk_ge_ugm@yahoogroups.com . Milis ini merupakan mailing list alumni Keluarga Mahasiswa kristiani Fakultas Geografi UGM. Kebanyakan memang angkatan 93 dan yang lebih tua… (ampunnnn).. Rame karena apapun saat ini yang beredar dibahas, walopun belum semua anggotanya. Tapi munculnya postingan dengan bagian judulnya [eks KMK Ge UGM] cukup menyenangkan. Karena bagiku, ini merupakan sarana interaksi dengan alumni2 KMK Geografi.

Beberapa saat lalu sempat muncul celetukan yang mengatakan milis ini sering sepi. Hanya 5 hari terakhir surat-surat elektronik sering muncul. Entah topik-topik yang dibicarakan ngalor ngidul ga sesuai judulnya, yang penting pertama rame dulu lah.

Kalopun ada yang kurang, saat ini pembicaraan di milis ini masih berputar pada anggota KMK angkatan 93 dan older. Yang youngger masih banyak yang bergabung dalam milis KMK Alumni_KMK_Geozone_UGM. Aku membayangkan bagaimana kalo semua anggota KMK dari berbagai umur bisa saling ngoceh dalam satu forum. Termasuk dengan anggota-anggota yang saat ini masih mahasiswa. Wah bisa banyak dapat masukan dan berkat juga neh..Sapa tahu ternyata ada yang jodoh lewat milis.

08
Feb
08

Es Batu Lebih Kotor Ketimbang Air Toilet

Tulisan ini saya ambil dari milis SDM Group

Es Batu Lebih Kotor Ketimbang Air Toilet

Anda suka meminum minuman dingin dari restoran siap saji? Mulai sekarang
Anda harus berhati-hati karena lewat penelitian telah terbukti es batu
yang disediakan restoran fast food mengandung lebih banyak kuman
daripada air toilet.
Ihh…

Anda kerap merasa kurang nyaman menggunakan air yang berada di kamar
mandi umum?
Tentunya Anda tak bisa menjamin kebersihan air tersebut bukan? Tapi
apakah Anda pernah berpikir dari mana asal air yang dibekukan menjadi es
batu di restoran siap saji?

Sepertinya Anda harus mengubah anggapan bahwa es batu yang berasal dari
restoran siap saji aman untuk dikonsumsi. Sebuah penelitian baru-baru
ini membuktikan bahwa 70% es batu restoran siap saji lebih memiliki
banyak kuman dibandingkan air toilet.

Penelitian ini dilakukan oleh seorang anak perempuan yang baru berusia
12 tahun, Jasmine Roberts. Lewat penelitian ini Jasmine berhasil
mendapatkan penghargaan proyek sekolah menengah.

Jasmine membuktikan penelitian ini dengan mengambil contoh es batu dan
air toilet dari lima restoran siap saji yang berada di wilayah Florida
Selatan.
Setelah lengkap, ia melakukan pengecekan bakteri dari contoh es batu dan
air toilet itu di University of South Florida.

Dari hasil tes positif ditemukan bakteri E.coli yang biasanya terdapat
dari sisa air pembuangan yang menyebabkan timbulnya beberapa jenis
penyakit.

“Bakteri ini seharusnya tak berada di dalam es batu. Jasmine membantu
kita memperingatkan adanya bahaya kesehatan yang bisa disebabkan oleh es
batu ini,”
ungkap Dr. David Katz komtributor masalah kesehatan ‘Good Morning
Amerika’
seperti dilansir detikhot dari ABC News, Senin (27/2/2006).

Baik Jasmin dan Dr. David mengatakan bahwa es batu tersebut dinilai
lebih kotor dari air toilet karena mesin es batunya tidak bersih dan
orang menggunakan tangan yang kotor untuk mengambil es. Sedangkan air
toilet dinilai lebih bersin karena berasal dari sumber air yang telah
melalui proses penyaringan (admin – diambil dari detikHot)

Ada yang nonton acara Investigasi di TransTV kemaren sore (minggu 27 Jan
08).
Penyelidikan- penyelidikan yang kadang-kadang membuat saya ber
“NAUDZUBILLAH MINDZALIK” berkali-kali.
Setelah pengungkapan- pengungkapan peristiwa-peristiwa yang cukup
mengagetkan seperti, pemakaian boraks pada beberapa jajanan favorit
dipinggir jalan, pemakaian formalin yang berlebihan, pemakaian deterjen
pada ikan asin biar keliatan lebih bersih dan putih atau pemakaian
pewarna pada ikan kakap putih biar menjadi kakap merah yang di pasaran
lebih mahal. (sekali lagi) NAUDZUBILLAH MINDZALIK!Nah tayangan kali ini
mengungkap kasus es batu yang banyak digunakan di warung-warung seluruh
Jakarta.
Es batu ini ternyata berasal dari air sungai ciliwung yang kinclong
banget warnanya itu. Pada awalnya mereka menggunakan zat pemutih agar
air keliatan lebih jernih. Kemudian dimasukkan kedalam pendingin dan
jadilah peti-peti es yang besar dan bening. Awalnya es ini hanya
digunakan untuk mengawetkan makanan (ikan, buah dan sayuran) atau
mendinginkan minuman botol pada kotak2 yang tidak memiliki sistem
refrigerator. Tapi sialnya, para penjaja makanan dan minuman di jakarta
(bahkan warung-warung yang besar) menggunakan es ini pada minuman dingin
yang mereka jual. Es teh manis, aneka juice, es campur, es doger, dan
lainnya yang membuat kita menelan ludah ketika melihat minuman ini kala
terik menyengat.
HANYA dengan alasan MURAH, OMG!
Taukah kalian, setelah tim investigasi TransTV mencoba mengambil sampel
secara acak di beberapa penjual yang menggunakan es ini pada aneka
minuman, dan kemudian mengetesnya di laboratorium, terbukti dalam es itu
mengandung bakteri E-COLI jauh diatas batas normal (10.000 – 20.000 per
100 mL). Dengan kata lain es ini mengandung bakteri hampir setara dengan
(maaf) kotoran manusia.
Yaikksssss.. . (saya aja mau muntah ketika menulis tulisan ini) Nah…
Masih mau jajan sembarangan?
Emang Home made jauhhhhh lebih enak dan Sehat

27
Nov
07

Kehidupan Base Camp Mandiri Operasional 2007

Aksi Sok seksiBerjejer di depan BCMenunggu Kabar

27
Nov
07

PENYAKIT KELAMIN

Mengapa ada penyakit kelamin?

Ya..untuk menghindari terjadinya ‘jajan’ yang dilakukan oleh pria-pria hidung belang.
Kadang seenaknya saja, pria-pria ‘jajan’ gonta-ganti pasangan. Penyakit kelamin memang tanda kebesaran Tuhan. Aneh memang saya bilang seperti itu. Tapi mau ga mau, …ya harus mau.. he..maksudnya hukumnya kan kita harus setia sama pasangan sehidup semati, ga taat hukum, ya kena hukum
Hanya sayangnya, muncul hasil teknologi manusia berupa kondom, baik dipakai pria dan wanita. Pada dasarnya fungsinya untuk kesehatan reproduksi. Eh malah dijadikan alat main-mainan bisa pake terus buang. jadinya terkesan malah manusia bermain-main dengan Tuhan, mencoba melindungi diri dengan plastik yang nyata-nyatanya semakin mencemari bumi ini. Iya kan..? Mana ada kondom yang habis dipake di cuci terus dipake lagi..
Tapi ada saja kejadian, 1 kesempatan bakteri melalui beberapa mikron plastik pelindung itu yang bocor…ya hinggap sudah di ‘dedek’ terus mulai muncul rasa-rasa yang tidak wajar, ujung-ujungnya bernanah, bengkak-bengkak…ga tau apa bisa lepas ya..

hEhe tulisan ini dibuat jam 2 pagi bro.. mendekati masa-masa yang berat, nih.. ato memang saya sudah masuk masa-masa yang berat ya. tapi lewat tulisan ini saya mau berpesan… Hindarilah seks selain pasangan sehidup semati anda, kalo ga tahan ya tinggal cunit-cubitan.. Tapi…emang susah untuk disuruh tahan, lha banjir informasi dari berbagai media internet luar biasa. bahakan media pornografi sudah melebihi film india yang bisa bikin film sehari lebih dari 1.

Perang batin emang. Yang namanya berzinah pikiran (dan ini juga sudah dosa lho) jadi tantangan yang paling berat. Roh kita memang bisa di atur, tapi daging menuruti nafsu. Kini sisa kitya sendiri, bagaimana komitmen kita bersama Tuhan yang mengasihi kita, untuk memenangkan roh kita mengalahkan keinginan daging yang menggebu-gebu terhadap segala hawa nafsu.

Tuhan memberkati

06
Nov
07

PERLINDUNGAN DAN KEKUATAN

Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. (Mazmur 20:8)

Bacaan: Yesaya 31
Setahun:
Yeremia 40-42; Ibrani 4

Pada bulan Agustus 2004, Badai Charley mengakibatkan kehancuran hebat di wilayah Florida, Amerika Serikat. Selama badai berlangsung, Danny Williams yang berusia 25 tahun pergi ke luar untuk mencari perlindungan di salah satu tempat kesukaannya, yaitu sebuah lumbung yang berada di bawah naungan cabang-cabang pohon beringin yang rindang. Akan tetapi, ternyata pohon beringin itu tumbang, lalu menimpa lumbung dan menewaskan Williams. Kadang kala, tempat yang kita datangi untuk berlindung justru dapat menjadi tempat yang paling berbahaya bagi kita. 

Nabi Yesaya mengingatkan Raja Hizkia dari Yehuda akan kebenaran ini. Hizkia adalah raja yang baik, tetapi ia mengulang dosa ayahnya, Ahaz, yaitu mencari perlindungan dan bersekutu dengan kekuatan asing (2 Raja-Raja 16:7; Yesaya 36:6). Seharusnya, ia mendorong rakyatnya untuk menaruh kepercayaan kepada Tuhan. 

Dengan mencari bantuan dari Mesir, Hizkia menunjukkan bahwa ia gagal belajar dari sejarah. Mesir tidak boleh dijadikan sekutu oleh Israel. Hizkia juga telah melupakan Kitab Suci. Mengumpulkan kuda untuk dijadikan kavaleri adalah melawan hukum ilahi bagi raja (Ulangan 17:16). 

Akhirnya, Hizkia mencari bantuan dari Tuhan (Yesaya 37:1-6,14-20). Dan, Allah secara ajaib melenyapkan bangsa Asyur yang menyerang (ayat 36-38). 

Yehuda melakukan kesalahan dengan menilai kekuatan Mesir melebihi Allah yang hidup. Semoga kepercayaan kita selalu dalam nama Tuhan Allah kita (Mazmur 20:8) —MLW

TIDAK ADA KEHIDUPAN YANG LEBIH AMAN
DARIPADA KEHIDUPAN YANG BERSERAH KEPADA ALLAH


Yesaya 31
31:1 Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.
31:2 Akan tetapi Dia yang bijaksana akan mendatangkan malapetaka, dan tidak menarik firman-Nya; Ia akan bangkit melawan kaum penjahat, dan melawan bala bantuan orang-orang lalim.
31:3 Sebab orang Mesir adalah manusia, bukan allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Apabila TUHAN mengacungkan tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang dibantu, dan mereka sekaliannya habis binasa bersama-sama.
31:4 Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku: Seperti seekor singa atau singa muda menggeram untuk mempertahankan mangsanya, dan tidak terkejut mendengar teriakan seluruh pasukan gembala yang dikerahkan melawan dia, dan tidak mengalah terhadap keributan mereka, demikianlah TUHAN semesta alam akan turun berperang untuk mempertahankan gunung Sion dan bukitnya.
31:5 Seperti burung yang berkepak-kepak melindungi sarangnya, demikianlah TUHAN semesta alam akan melindungi Yerusalem, ya, melindungi dan menyelamatkannya, memeliharanya dan menjauhkan celaka.
31:6 Bertobatlah, hai orang Israel, kepada Dia yang sudah kamu tinggalkan jauh-jauh!
31:7 Sungguh pada hari itu kamu masing-masing akan membuang berhala-berhala peraknya dan berhala-berhala emasnya yang dibuat oleh tanganmu sendiri dengan penuh dosa.
31:8 Asyur akan rebah oleh pedang, tetapi bukan pedang orang, dan akan dimakan habis oleh pedang, tetapi bukan pedang manusia; mereka akan melarikan diri terhadap pedang, dan teruna-terunanya akan menjadi orang rodi.
31:9 Pelindung mereka akan lenyap karena gentar, dan panglimanya akan lari terkejut meninggalkan panji-panji, demikianlah firman TUHAN yang mempunyai api di Sion dan dapur perapian di Yerusalem.

 

diambil dari  http://glorianet.org/rh/112007/07.html

06
Nov
07

Refleksi Wafatnya Rino: Andalkan TUHAN Dalam Setiap Langkah

Akhir minggu kemarin ditutup dengan dua peristiwa duka. Yang pertama, bagi semua penggemar AC Milan, tidak ada alasan yang jelas, mengapa untuk kesekian kalinya di liga Italia sejak 28 April Milan tidak bisa menang di kandang sendiri saat partai Liga Italia? Apa Milan sudah harus pindah kandang, atau tidak usah punya kandang tetap mengingat kemenangan terjadi di luar kandang dan dengan skor yang dikatakan dalam situs www.acmilan.com sebagai hurricane (badai)?

Tidak tahu kapan Kaka cs. bisa memuaskan publik pengunjung San Siro yang saat ini lebih sering mencemooh dibanding mendukung kerja keras mereka, yang berujung pada ketumpulan. Semoga kehadiran Ronaldo di lini depan akan membantu Carlo Ancelotti untuk meramu strategi yang lebih kreatif untuk membongkar pertahanan super difensif yang selalu diperagakan tim-tim lawan saat bertanding di Giuseppe Meazza.

Peristiwa duka kedua memang benar-benar duka, yang kudengar saat menginjakkan kaki di kampus selepas pulang dari lereng Gunung Merbabu. Yang mana salah satu tenaga pengajar di kampus kami (Geografi UGM), Rino Cahyadi, S Si., dipanggil ke alam abadi dalam sebuah kecelakaan di Thailand, minggu sore kemarin. Bersama dia, juga ikut 3 dosen Geografi lainnya dalam satu kapal.Kepergian mereka ke Thailand adalah dalam rangka melaksanakan kegiatan simposium mengenai geomorfologi kawasan pesisir. Kecelakaan terjadi saat kapal yang ditumpangi mengalami kecelakaan saat berada di muara kanal.

Berita pada awalnya sangat simpang siur. Ada yang menyatakan jenazah Rino sudah diketemukan, dan yang 3 orang selamat. Yang lain bilang Rino yang selamat, 3 lainnya meninggal, dan beberapa versi lainnya. Yang benar ternyata yang pertama.

Usut punya usut, ternyata beberapa faktor penyebab terjadinya kecelakaan yang juga merenggut nyawa 2 peserta asal Thailand. Pertama, muatan kapal yang sangat melebihi kapasitas. Dari keterangan yang ada, muatan kapal seharusnya hanya 17 orang, tetapi saat field trip berlangsung, semua peserta sebanyak 30 orang ‘diusahakan’ untuk bisa muat dalam kapal itu. Kondisi ini jelas sangat sangat berbahaya. Selain resiko kecelakaan, rusaknya kapal dan tenggelam, kalaupun disediakan pelampung (life vest) jumlahnya hanya sesuai kapasitas. Dalam hal ini, dimana kecermatan panitia penyelenggara dalam merencanakan kegiatan ini dengan hanya menyediakan 1 kapal untuk semua peserta? Untuk kasus ini, kelebihan muatan sangatlah kelewatan karena hampir mencapai dua kali lipatnya.

Kedua, di tengah perjalanan, kapal yang melaju kencang menabrak bagian tiang listrik yang patah. Apakah disebabkan oleh kondisi cuaca atau pandangan nakodha kapal yang tertutup banyaknya penumpang, yang jelas lambung kapal akan pecah saat menabrak benda tersebut. Yang menjadi pertanyaan apakah tidak ada survey dari panitia sehingga posisi-posisi yang berbahaya itu tidak diketahui, disamping kendala cuaca atau posisi nakodha di kapal?

Ketiga, ada kabar Rino sempat berenang mencoba menyelamatkan diri akan tetapi arus turbulensi yang kuat di daerah muara (estuari) membuat usaha itu sia-sia. Hal ini menjadi penyebab korban kehabisan nafas dan tenaga sebelum akhirnya kehilangan kesadaran. Pada beberapa kasus, orang-orang yang tidak bisa renang malah sering selamat saat ‘pasrah’ akan kekuatan arus, sehingga tenaga yang dikeluarkan sedikit. Ditambah kemampuan untuk menguasai diri dari rasa panik harus dimiliki agar tetap berpikiran jernih di saat yang paling genting sekalipun.

Sebenarnya pertanyaan-pertannyaan di atas bukan berarti saya lebih ahli. Dalam tulisan ini posisi saya memang hanya sebagai penerima informasi yang pastinya tidak 100% keakuratannya. Pertanyaan dan tanggapan pun bukan untuk melihat kesalahan, tapi untuk meyakinkan diri saja bahwa kegiatan di luar ruangan (outdoor) merupakan kegiatan yang penuh dengan tanda tanya, bahkan saat kita menganggap telah menguasai 95% wilayah operasional, 5% sisanya bisa menjadi faktor error yang akan mempengaruhi bahkan sisa hidup kita.

Menilik peristiwa tersebut, terbayang lagi bahwa setiap rencana kita, seoptimis apapun atau selengkap apapun sumberdaya yang kita miliki, penting sekali untuk melibatkan TUHAN dan senantiasa bersyukur untuk setiap hal dan kesempatan untuk melakukan setiap karya dalam rencana dan seluruh kehidupan kita. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi ? Apakah kita dapat melakukan rencana kita? Apakah yang akan terjadi ditengah-tengah rencana kita? Atau apa yang terjadi bahkan 1 jam setelah membaca tulisan ini?

Meninjau dari Kitab Suci, selalu diingatkan untuk bersyukur senantiasa dan melibatkan Allah dalam setiap langkah yang kita jalani, dan nafas yang kita ambil. Yakobus 4 : 13 – 17 berujar demikian:

Jangan melupakan TUHAN dalam perencanaan

13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,

14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

15 Sebenarnya kamu harus berkata: “ Jika TUHAN menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.

17 Jadi jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbua baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Nyata sekali bahwa sebenarnya apa yang kita ketahui tentang masa depan? Yang ada kita berdosa saat menganggap diri kita mampu untuk melakukan berbagai hal dengan kekuatan kita sendiri, atau dengan kekuatan manusia tanpa melibatkan TUHAN. Berserah , meminta kekuatan untuk melakukan yang terbaik, tidak jatuh saat kita gagal, berusaha bangkit saat terpuruk, dan selalu bersyukur dengan kerendahan hati adalah kunci sehingga kita dapat selalu menghargai setiap keadaan yang kita alami dan miliki.

Kejadian di Thailand memang merupakan hal yang tragis dan memilukan. Akan tetapi kita juga yakin bahwa kejadian seperti itu tidak menentu terjadinya, tidak setiap jam atau setiap hari. Malahan lebih tragis saat kita dikuasai ketakutan untuk pergi ke suatu tempat yang seharusnya merupakan panggilan kita untuk berkarya dan berbagi berkat dan syukur yang kita miliki dengan sesama.

Untuk teman-teman geografi, teman-teman yang bergerak di bidang kebumian dan lingkungan agar tidak melihat peristiwa ini sebagai suatu hal yang menakutkan, dan membuat kita ciut khususnya dalam melakukan kegiatan lapangan di lokasi yang sama sekali belum kita ketahui. Tetapi, dapat menjadi tantangan bagi kita, agar dalam setiap kegiatan kita berlatih untuk mengumpulkan setiap informasi sedetil-detilnya tentang wilayah tersebut (bahkan sampai lokasi penjual kerupuk….he), mencermati setiap sarana dan prasarana kegiatan, dan selalu mengutamakan keselamatan personel di atas segalanya. Terpenting adalah bersyukur dan melibatkan Allah.

Berhubungan dengan celaka, apakah rumah kita adalah tempat yang paling aman? Dalam buku 7 Habit bagian ‘Keluar Dari Ruang Nyamanmu’, dikatakan bahwa kematian di kamar mandi merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Amerika. So, apakah rumah jadi tempat yang aman, tenyata itu bukan pernyataan yang tepat juga. Akhir kata ada sebuah kalimat yang diucapkan Peter Hillary, anak Edmund Hillary, yanng memuncaki Gunung Everest pertama kali bersama Tenzing Norgay. Kalimatnya berbunyi demikian:

“Do everything with passion, life is short”

TUHAN MEMBERKATI